Text Animation
Ruang Berita

Kami memberi informasi

terbaru tentang TokenAsia.

Rotating Circular Text
T O K E N A S I A K O R E A
Ruang Berita

Kami memberi informasi terbaru tentang TokenAsia.

Expanding Image
Expanding Image

Mengapa Fintech Korea Bertaruh pada Arisan di Indonesia?

Số lượt xem 85

[Reporter Choi Jin-hong, Economic Review]

Langkah berani seorang ahli keuangan dengan pengalaman 20 tahun, "TOKSIA"… Membuka jalan baru yang menghubungkan tradisi dengan investasi global.

Seorang profesional dengan lebih dari 20 tahun pengalaman di institusi keuangan ternama dalam dan luar negeri seperti Hanwha Asset Management dan Goldman Sachs kini menghadapi tantangan baru: mengubah sistem arisan tradisional Indonesia menjadi platform investasi global. Lebih dari sekadar strategi lokalisasi, langkah ini mencerminkan ambisi besar untuk membangun ekosistem keuangan yang menghubungkan usaha kecil Korea dengan pasar Asia Tenggara.

8e26769763461.jpg

Foto: Courtesy of the company

Startup fintech asal Korea, TOKENASIA KOREA (CEO Jaehun Jang), mengumumkan pada tanggal 17 bahwa mereka akan secara resmi meluncurkan TOKSIA, platform komunitas berbasis investasi di Indonesia pada akhir Juni.

Arisan tradisional di Indonesia adalah kelompok simpanan berbasis tunai dalam skala kecil yang bertujuan untuk mempererat hubungan sosial dan menabung. Namun, karena kurangnya perlindungan hukum dan transparansi pengelolaan dana, sering timbul konflik. TOKSIA menargetkan titik lemah ini dengan menggabungkan teknologi digital ke dalam sistem arisan, membangun kepercayaan dan stabilitas, serta memperluasnya menjadi “Arisan Investasi”, yang memungkinkan investasi kolektif ke dalam aset global seperti K-Content, properti, pengolahan air, dan kesehatan.

Upaya ini bukanlah hal yang benar-benar baru. Di Indonesia sudah ada aplikasi arisan digital seperti Mapan, namun sebagian besar masih berfokus pada tabungan bersama untuk pembelian barang. TOKSIA membedakan dirinya dengan menekankan “investasi lintas negara”, menjadikannya jembatan strategis untuk membawa investor Indonesia ke pasar aset global.

CEO Jaehun Jang dari TOKENASIA KOREA menjelaskan, “Kekuatan terbesar TOKSIA adalah kemampuannya mengatasi ketidakjelasan hukum dan kurangnya transparansi dari arisan konvensional melalui teknologi digital. Kami menggunakan kontrak digital yang sah secara hukum, serta menerapkan sistem verifikasi identitas (KYC) dan pencegahan pencucian uang (AML) untuk menjamin transparansi.”
Ia menambahkan, “Kami juga akan menyediakan layanan diversifikasi portofolio berbasis AI, rebalancing otomatis, dan dashboard terpadu yang memungkinkan pengguna memantau investasinya secara real-time.”

Langkah ini dilandasi pengalaman global CEO Jang. Sebagai pemegang sertifikasi CAIA (Chartered Alternative Investment Analyst), ia memiliki keahlian di bidang investasi alternatif dan STO (Security Token Offerings), serta pengalaman di Hanwha, Hyundai Asset Management, Goldman Sachs, Fidelity, dan Deutsche Bank.

Secara khusus, keberhasilan Jang membawa merek franchise Korea ke jaringan ritel Don Quijote di Jepang menunjukkan potensi lain dari TOKSIA. Di Indonesia, ia membangun model pembiayaan inovatif di mana brand Korea dapat menggalang dana untuk pendirian dan operasional melalui TOKSIA—sejalan dengan kebijakan pemerintah Korea untuk mendukung ekspansi global UMKM.
Misalnya, pengusaha yang ingin membuka restoran ayam Korea atau kafe di Indonesia bisa mengumpulkan dana dari investor arisan melalui TOKSIA. Investor bisa menjadi pemilik sebagian bisnis K-brand hanya dengan investasi kecil, dan pengusaha dapat memulai bisnis dengan stabilitas dana.

CEO Jang mengatakan, “TOKSIA bukan hanya aplikasi keuangan, tapi platform kemitraan global yang menghubungkan perusahaan Korea dengan pasar luar negeri. Kami membangun ekosistem keuangan inklusif di mana siapa pun dapat mencapai kemandirian ekonomi dan merencanakan masa depan hanya dengan modal kecil.”
Ia menambahkan, “Kami akan terus mendukung ekspansi global usaha kecil dan franchise Korea dengan pengalaman dan jaringan kami.”

TOKENASIA KOREA akan memulai layanan beta dengan sekitar 1.000 pengguna di Jakarta pada akhir bulan ini, dan berencana memperluas ke kota-kota besar seperti Medan, Bandung, dan Bali tahun depan. Target pertumbuhan investor baru adalah 20% per bulan. Baru-baru ini, perusahaan juga menyelesaikan akuisisi 100% saham perusahaan lokal Indonesia, PT Bizpedia Mega Global, sebagai langkah persiapan menembus pasar lokal.

CONTACT

contact@tokenasia.world

TOKENASIA  ㅣ  CEO Bob Jang

Prosperity Tower, Lt. 56, Unit C & D Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190

Copyright Tokenasia korea, Inc. All Rights Reserved



TOKENASIA  ㅣ  CEO Bob Jang

Prosperity Tower, Lt. 56, Unit C & D Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 52-53, Jakarta Selatan 12190

Copyright Tokenasia korea, Inc. All Rights Reserved

CONTACT

contact@tokenasia.world