
Tampilan awal platform investasi komunitas baru Indonesia, TOKSIA / Foto: TOKENASIA KOREA
TOKENASIA KOREA, sebuah perusahaan fintech, siap memperkenalkan inovasi keuangan bagi Asia Tenggara melalui peluncuran resmi TOKSIA di Indonesia pada akhir Juni. Platform ini merevolusi sistem arisan tradisional Indonesia menjadi platform komunitas investasi modern.
Sebagai pemimpin global dalam fractional investment, perusahaan ini bertujuan mengembangkan Arisan—yang dulu hanya berkisar pada menjalin hubungan sosial dan menabung—menjadi Arisan Investasi, sebuah model baru kolaborasi investasi ke aset global seperti K‑content, properti, pengolahan air, dan layanan kesehatan.
Arisan Investasi adalah model digital savings circle modern yang dirancang untuk mengumpulkan dana komunitas dan berinvestasi bersama dalam aset nyata.
CEO TOKENASIA KOREA, Jaehun Jang, menyatakan, “Kekuatan utama TOKSIA terletak pada kemampuannya menyelesaikan ambiguitas hukum dan kurangnya transparansi dalam sistem arisan konvensional lewat inovasi digital. Dengan menghadirkan kontrak digital yang sah secara hukum dan menerapkan protokol KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering) yang ketat, kami menjamin platform yang dapat dipercaya dan transparan.”
Ia menambahkan, “Kami juga akan menyediakan layanan diversifikasi portofolio berbasis AI, otomatisasi rebalancing, serta dashboard terpadu yang memungkinkan pengguna memantau investasi secara real time—mengurangi risiko dan meningkatkan kenyamanan pengguna.”
TOKSIA dikembangkan berdasarkan pengalaman luas CEO Jang di bidang keuangan global. Sebagai Chartered Alternative Investment Analyst (CAIA), ia memiliki lebih dari 20 tahun keahlian dalam alternative investment dan Security Token Offerings (STO). Ia pernah menjabat peran penting di perusahaan manajemen aset terkemuka seperti Hanwha dan Hyundai, serta memberi kontribusi dalam pengembangan produk dan manajemen risiko di institusi global seperti Goldman Sachs, Fidelity, dan Deutsche Bank. Pengalamannya juga mencakup pencatatan ETF, manajemen dana, dan layanan advisory aset.
Lebih lanjut, Jang berhasil memperkenalkan merek franchise Korea ke jaringan ritel Don Quijote di Jepang—menunjukkan kapabilitas kuat dalam ekspansi pasar global. Di Indonesia, ia memanfaatkan keahlian ini untuk membantu franchise Korea mendapatkan pendanaan melalui TOKSIA, sejalan dengan dorongan pemerintah Korea dalam mendukung ekspansi global usaha kecil.
TOKENASIA KOREA akan memulai layanan beta di Jakarta dengan sekitar 1.000 pengguna pada akhir Juni. Pada 2026, perusahaan berencana memperluas ke kota-kota utama seperti Medan, Bandung, dan Bali. Mereka menargetkan peningkatan investor baru sebesar 20% per bulan, sambil berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan tingkat tabungan per rumah tangga, literasi keuangan, dan pengembangan usaha kecil. Industri fintech mengamati langkah berani TOKENASIA KOREA dalam menjembatani pasar keuangan domestik dan internasional.
“TOKSIA bukan hanya aplikasi finansial—ini adalah platform kemakmuran bersama global yang menghubungkan perusahaan Korea dengan pasar luar negeri,” ujar CEO Jang. “Kami telah membangun ekosistem keuangan inklusif di mana siapa saja bisa mencapai kemandirian ekonomi dan merencanakan masa depan meski dengan modal kecil. Kami akan terus mendukung ekspansi global usaha kecil dan franchise Korea melalui keahlian dan jaringan kami.”
Sementara itu, TOKENASIA KOREA baru-baru ini menyelesaikan akuisisi PT Bizpedia Mega Global, entitas lokal di Jakarta, melalui penyertaan modal penuh.
Tampilan awal platform investasi komunitas baru Indonesia, TOKSIA / Foto: TOKENASIA KOREA
TOKENASIA KOREA, sebuah perusahaan fintech, siap memperkenalkan inovasi keuangan bagi Asia Tenggara melalui peluncuran resmi TOKSIA di Indonesia pada akhir Juni. Platform ini merevolusi sistem arisan tradisional Indonesia menjadi platform komunitas investasi modern.
Sebagai pemimpin global dalam fractional investment, perusahaan ini bertujuan mengembangkan Arisan—yang dulu hanya berkisar pada menjalin hubungan sosial dan menabung—menjadi Arisan Investasi, sebuah model baru kolaborasi investasi ke aset global seperti K‑content, properti, pengolahan air, dan layanan kesehatan.
Arisan Investasi adalah model digital savings circle modern yang dirancang untuk mengumpulkan dana komunitas dan berinvestasi bersama dalam aset nyata.
CEO TOKENASIA KOREA, Jaehun Jang, menyatakan, “Kekuatan utama TOKSIA terletak pada kemampuannya menyelesaikan ambiguitas hukum dan kurangnya transparansi dalam sistem arisan konvensional lewat inovasi digital. Dengan menghadirkan kontrak digital yang sah secara hukum dan menerapkan protokol KYC (Know Your Customer) dan AML (Anti-Money Laundering) yang ketat, kami menjamin platform yang dapat dipercaya dan transparan.”
Ia menambahkan, “Kami juga akan menyediakan layanan diversifikasi portofolio berbasis AI, otomatisasi rebalancing, serta dashboard terpadu yang memungkinkan pengguna memantau investasi secara real time—mengurangi risiko dan meningkatkan kenyamanan pengguna.”
TOKSIA dikembangkan berdasarkan pengalaman luas CEO Jang di bidang keuangan global. Sebagai Chartered Alternative Investment Analyst (CAIA), ia memiliki lebih dari 20 tahun keahlian dalam alternative investment dan Security Token Offerings (STO). Ia pernah menjabat peran penting di perusahaan manajemen aset terkemuka seperti Hanwha dan Hyundai, serta memberi kontribusi dalam pengembangan produk dan manajemen risiko di institusi global seperti Goldman Sachs, Fidelity, dan Deutsche Bank. Pengalamannya juga mencakup pencatatan ETF, manajemen dana, dan layanan advisory aset.
Lebih lanjut, Jang berhasil memperkenalkan merek franchise Korea ke jaringan ritel Don Quijote di Jepang—menunjukkan kapabilitas kuat dalam ekspansi pasar global. Di Indonesia, ia memanfaatkan keahlian ini untuk membantu franchise Korea mendapatkan pendanaan melalui TOKSIA, sejalan dengan dorongan pemerintah Korea dalam mendukung ekspansi global usaha kecil.
TOKENASIA KOREA akan memulai layanan beta di Jakarta dengan sekitar 1.000 pengguna pada akhir Juni. Pada 2026, perusahaan berencana memperluas ke kota-kota utama seperti Medan, Bandung, dan Bali. Mereka menargetkan peningkatan investor baru sebesar 20% per bulan, sambil berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan tingkat tabungan per rumah tangga, literasi keuangan, dan pengembangan usaha kecil. Industri fintech mengamati langkah berani TOKENASIA KOREA dalam menjembatani pasar keuangan domestik dan internasional.
“TOKSIA bukan hanya aplikasi finansial—ini adalah platform kemakmuran bersama global yang menghubungkan perusahaan Korea dengan pasar luar negeri,” ujar CEO Jang. “Kami telah membangun ekosistem keuangan inklusif di mana siapa saja bisa mencapai kemandirian ekonomi dan merencanakan masa depan meski dengan modal kecil. Kami akan terus mendukung ekspansi global usaha kecil dan franchise Korea melalui keahlian dan jaringan kami.”
Sementara itu, TOKENASIA KOREA baru-baru ini menyelesaikan akuisisi PT Bizpedia Mega Global, entitas lokal di Jakarta, melalui penyertaan modal penuh.